Rabu, 22 Maret 2017

APEL PAGI KARYAWAN PUSKESMAS SENTOLO I



Sentolo, Rabu (22/03/2017) dilaksanakan apel pagi rutin karyawan Puskesmas Sentolo I. Apel pagi ini dilaksanakan setiap hari pukul 7.45 - 08.00 WIB sebelum pelayanan dimulai. Namun untuk pelayanan pendaftaran tetap dilaksanakan dari pukul 07.30 WIB. Apel pagi dilaksankan kecuali hari jumat karena pada hari tersebut karyawan melaksankan kegiatan senam pagi.
Kegiatan apel pagi ini sebagai sarana komunikasi antar karyawan maupun koordinasi bila ada pengumuman penting yang perlu diketahui semua karyawan. Pada apel pagi ini Kepala Puskesmas Sentolo I, dr Susilo Pradyarto menyampaikan pengumumuman bahwa siang nanti akan dilakukan Pertemuan Lintas Program/ Pre Lokmin. Sehingga diharapkan programer mempersiapkan materi yang akan disampaikan dalam pertemuan tersebut.



(N.WS)

Senin, 13 Maret 2017

FOGGING FOKUS DI DUSUN SENTOLO KIDUL
 


Selasa (14/03/2017) hari ini petugas Dinas Kesehatan Kulon Progo bersama pendamping Pusekesmas Sentolo I melakukan kegiatan fogging fokus. Dalam rangka penanggulangan DBD Desa Sentolo. Kegiatan ini dilaksanakan dengan sharing dana  APBD dan BOK Puskesmas tahun 2017. Palaksanaan fogging dimulai pukul 05.30 sampai selesai. Kegiatan fogging ini akan beralangsung selama 4 hari hingga hari jumat (17/03/2017) di dusun Sentolo Lor (Rabu), Siwalan (Kamis) dan Kalibondol (Jumat).





(N.WS_Tutik)

Jumat, 10 Maret 2017

JUMAT SEHAT & MINUM JAMU
KARYAWAN PUSKESMAS SENTOLO I



Sentolo, Jumat (10/03/2017) dilaksanakan kegiatan rutin senam untuk karyawan Puskesmas Setolo I. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari jumat pagi pukul 07.15 s/d 08.00 WIB. 

Selain kegiatan senam juga dilakukan kegiatan minum jamu bersama. Budaya minum jamu dilaksanakan sebagai salah satu kegiatan inovasi di Puskesmas Sentolo I yang dilaksanakan dua kali sebulan. Jamu terdiri dari 2 macam yaitu jamu beras kencur dan jamu kunir asam. Selain untuk karyawan jamu juga disediakan geratis untuk pasien pengunjung di rawat jalan.



(Novvita)

Rabu, 08 Maret 2017

ADVOKASI PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN DBD DESA SENTOLO



Balai Desa Sentolo, 8 Maret 2017


Fluktuasi kasus DBD di Kecamatan Sentolo cenderung naik turun dan menunjukkan trend siklus 6 tahunan. Di wilayah kerja Puskesmas Sentolo I sendiri, terjadi peningkatan kasus yang cukup signifikan antara tahun 2015 dan 2016. Awal tahun 2015 terdapat 12 kasus sedangkan tahun 2016 sudah dibuka dengan 17 kasus DBD dan 19 kasus DF. Total kasus pada tahun 2016 secara keseluruhan adalah 46 kasus DBD dan 70 kasus DF.

Sepanjang tahun 2016, di wilayah Puskesmas Sentolo I telah dilakukan kegiatan fogging focus sebanyak 7 kali karena adanya indikasi penularan setempat. Namun, fogging focus bukanlah kegiatan penanggulangan paling utama dan tidak efektif karena hanya membunuh nyamuk dewasa pada satu siklus. Pencegahan dan penanggulangan DBD yang paling efektif adalah dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui 3M plus. Kementerian kesehatan telah menetapkan lima kegiatan pokok sebagai kebijakan dalam pengendalian DBD yaitu menemukan kasus secepatnya dan mengobati sesuai prosedur, memutuskan rantai penularan dengan pemberantasan vektor (nyamuk dewasa dan jentiknya), kemitraan dalam wadah POKJANAL DBD, pemberdayaan masyarakat dalam PSN serta peningkatan profesionalisme pelaksana program. 

Salah satu upaya dalam meningkatkan kemitraan dan peran serta masyarakat dalam kegiatan pemberantasan sarang nyamuk yaitu melalui advokasi kepada pemangku kebijakan wilayah setempat. Kepala Puskesmas Sentolo I, dr. Susilo Pradyarto didampingi oleh epidemiolog Tutik Inayah S, SKM bersama dengan Kasie P2PM Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, Wilis Prasetyo, SKM, MPH melakukan advokasi kepada kepala pedukuhan se-Desa Sentolo pada hari Rabu, tanggal 8 Maret 2017 sebelum dilaksanakannya rakordes Sentolo.

Pada kesempatan tersebut, Bapak Wilis Prasetyo menjelaskan bahwa tujuan kedatangannya untuk berdiskusi bersama dalam menyikapi kasus DBD yang selalu terjadi di desa Sentolo karena desa Sentolo mempunyai risiko yang sangat besar terkena DBD. Desa Sentolo merupakan wilayah endemis DBD dimana kasus DBD selalu terlaporkan setiap tahun. Hal yang perlu diperbaiki adalah angka bebas jentik (ABJ) yang masih jauh dibawah target (target > 95%). Apabila ABJ mencapai target bahkan dapat mencapai 100%, maka diharapkan tidak akan terjadi  penularan setempat kasus DBD di desa Sentolo. Selain itu, karena desa Sentolo merupakan wilayah perbatasan dengan Bantul dan Kota Yogyakarta yang memiliki kasus lebih tinggi dari Kulon Progo maka mobilisasi masyarakat Sentolo sangat tinggi. Mobilisasi yang tinggi ini memungkinkan peningkatan kasus impor DBD. Apabila vektor DBD yaitu nyamuk Aedes aegypti keberadaannya masih banyak di desa Sentolo maka peluang terjadinya penularan setempat juga tinggi. Maka satu-satunya cara memutus rantai penularan adalah dengan meniadakan vektor Aedes aegypti melalui pemberantasan sarang nyamuk. Alasan mengapa PSN jauh lebih baik daripada fogging dapat dijelaskan melalui diagram berikut ini.
 
Kemudian Bapak Wilis Prasetyo melanjutkan penjelasan tentang upaya tindak lanjut Puskesmas dalam rangka penanggulangan DBD di wilayah kerjanya. Urutan kegiatan yang harus dilaksanakan yaitu mencari tahu kebenaran informasi yang diterima, melakukan kegiatan penyelidikan epidemiologi, pemantauan jentik, penyuluhan, pemberian abate, dan langkah terakhir apabila terjadi penularan setempat adalah melakukan pengasapan.

Setelah itu dilanjutkan dengan pemaparan dari dr. Susilo Pradyarto. Bapak Susilo menjelaskan tentang keberhasilan penanggulangan DBD di dusun Dlaban dimana salah satu caranya adalah melalui pelatihan kader juru pemantau jentik (jumantik). Dalam rangka menuju “Sentolo Bebas DBD” maka pada tahun 2017 ini telah dianggarkan pelatihan jumantik untuk 6 dusun yang lain di desa Sentolo yaitu Siwalan, Kalibondol, Pongangan, Sentolo Lor, Sentolo Kidul, dan Jangkang Kidul.



Telah disepakati bahwa setiap dusun mengirimkan 40 orang perwakilan untuk menjadi kader jumantik yang diutamakan anggota karang taruna dan bukan kader posyandu. Setelah selesai pelatihan diharapkan peserta mampu menguasai seluruh program kerja jumantik. Selain itu peserta juga akan mendapatkan sertifikat pelatihan sebagai salah satu bukti bahwa kader jumantik telah lulus mengikuti pelatihan. Pelatihan ini diselenggarakan atas dukungan Dana Bantuan Operasional Kesehatan Puskesmas Sentolo I Tahun 2017. Sedangkan untuk keberlanjutan program jumantik, operasional kader akan diserahkan kepada masyarakat secara swadana.
(Tutik Inayah S, Surv & P2M Pusk Sentolo I)




(N.WS)

RAKOR KECAMATAN TENTANG KKS 2017

RAKOR KECAMATAN SENTOLO
TENTANG KABUPATEN/KOTA SEHAT 2017




Sentolo, Rabu (8/3/2017) dilaksanakan rapat koordinasi di Kecamatan Sentolo membahas tentang kesiapan penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) tahun 2017. Peserta dalam pertemuan ini Camat Sentolo, drg. Hunik Rimawati, M.Kes (Dinkes KP), Slamet Riyanto, SKM (Dinkes KP), Ka Pusk Sentolo I, Ka Pusk Sentolo II, petugas Sanitarian, Ketua KKS, perwakilan dari masing-masing desa di kecamatan Sentolo. Pertemuan dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Sentolo.
Susunan acara dalam pertemuan rakor kecamatan sebagai berikut:
  1. Pembukaan
  2. Sambutan dari Camat Sentolo yang diwakili Sekertaris Camat Sentolo
  3. Pemaparan tentang penilaian Kabupaten/Kota Sehat 2017  yang disampaiakan oleh Slamet Riyanto, SKM (Dinkes KP)
  4. Tanggapan kesiapan KKS 2017 di Desa wilayah kerja Puskesmas Sentolo I oleh Ka Pusk Sentolo I dr Susilo Pradyarto
  5. Tanggapan kesiapan KKS 2017 di Desa wilayah kerja Puskesmas Sentolo I oleh Ka Pusk Sentolo II
  6. Diskusi
  7. Penutup
 Materi yang disampaikan bpk Slamet Riyanto, SKM dalam persiapan KKS 2017 antara lain verifkasi KKS dilakukan 2 tahu sekali dan pada tahun yang ganjil. Jika aspek yang dinilai sudah sesuai akan mendapatkan penghargaan swastisaba. Penghargaan swastisaba ada tiga tingkatan yaitu tingkat padhapha (dasar), tingkat wiwerdha dan tingkat wistara. Di Kabupaten Kulon Progo baru pendapat penghargaan Padhapha yang berarti masih tingkat dasar. Di Kabupaten Kulon Progo baru 2 tatanan yang memenuhi syarat dari total 9 tatanan yang dinilai. Jika ini mencapai tingkat wistara harus mendapat wiwerdha terlebih dahulu. Tahun ini Kabupaten Kulon Progo mengajukan 6 tatanan untuk di nilai dan Kecamatan Sentolo mendapat bagian untuk dinilai sampling kawasan industri sehat dengan harapan Kulon Progo bisa berdampingan dengan Kabupaten lainnya. Salah satu persyaratan lolos penilaian KKS harus sudah deklarasi Stop BABS.
Menanggapi hal yang telah disampaian  itu, Kepala Puskesmas Sentolo I menyampaikan deklarasi Stop BABS direncanakan dilaksanakan di akhir bulan Maret 2017. Sebelumnya Ka Sie Kesos dari tiap desa sudah melakukan pertemuan bersama Kepala Puskesmas Sentolo I dan Sentolo II serta perwakilan Kecamatan di Aula Puskesmas Sentolo I untuk mengecek kesiapan penyelenggaraan KKS 2017.





(Novvita_Mariana)

Jumat, 03 Maret 2017

PERTEMUAN NON POKJA 4 
PKK KECAMATAN SENTOLO
DENGAN PUSKESMAS SENTOLO I



Sentolo, (03/03/2016) bertempat di Aula Puskesmas Sentolo I diadakan pertemuan dengan Pokja 4 PKK Kecamatan Sentolo. Peserta dalam pertemuan ini berjumlah 30 orang yang terdiri dari kader PKK non kesehatan di Kecamatan Sentolo. Pertemuan ini berlangsung dari pukul 08.30 - 13.00 WIB.

Susunan Acara sebagai berikut:

NO
ACARA
PEMATERI
1
Pembukaan
Umi Kuniasari, Amd Keb
2
Sambutan
Kepala Puskesmas Sentolo I
3
Materi:
·         Materi I
·         Materi II
·         Materi III
·         Materi IV

·         dr Susilo Pradyarto
·         Triatminatun, AMG
·         Henny Wakhidati, S.Kep, Ns
·          Umi Kurniasari, Amd Keb
4
Diskusi

5
Penutup

 
Materi pertama yang disampaikan oleh dr Susilo Pradyarto membahas tentang evaluasi program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan Gizi tahun 2016. Evaluasi bagi Puskesmas adalah untuk meningkatkan koordinasi lintas sektor khususnya pada  PKK Kecamatan agar cakupan program khususnya UKM lebih meningkat.
Materi ke 2 disampaikan oleh Triatminatun, AMG yang membahas tentang masalah gizi tahun 2017 di wilayah kerja Puskesmas Sentolo I diantaranya ibu hamil KEK, ibu hamil anemi dan anemia pada remaja putri. Masalah tersebut diatasi dengan program pemberian PMT pada bumil KEK, Pemberian tablet besi (FE) pada remaja putri di sekolah dan skrining gizi pada calon penganten (caten)

 Materi ke 3 disampaikan oleh Henny Wakhidati, S.Kep, Ns tentang program-program baru imunisasi di tahun 2017. Program tersebut antara lain pemberian sertifikat lulus imunisasi bagi balita yang sudah diberikan imunisasi dasar lengkap di Puskesmas Sentolo I dengan menunjukkan buku KIA dan fotocopy hasil pelayanan imunisasi, program pemberian imunisasi HPV pada siswa SD dan SMP hingga umur 15 tahun serta program pemberian vaksin rubella.

Materi ke 4 disampaikan oleh Umi Kurniasari, Amd keb tentang permasalahan kesehatan ibu dan anak (KIA) di wilayah kerja Puskesmas Sentolo I serta penjelasan tentang masalah penjaminan Jampersal. Jampersal (Jaminan Persalinan) diperuntukkan bagi ibu hamil yang tidak memiliki jaminan kesehatan yang meliputi pelayanan kesehatan ANC, persalinan, pelayanan nifas dan neonatus serta pemanfaatan RTK (Rumah Tangga kelahiran) di Beji Wates dan transportasi ibu hamil dari RTK ke RSUD atau sebaliknya. 

Selain itu bidan Umi Kurniasari, Amd Keb juga memberikan promosi tentang pelaksanaan Papsmear masal di Puskesmas Sentolo I yang akan dilaksanakan pada tanggal 23 Maret 2017 di ruang bersalain Puskesmas Sentolo I dan bekerjasama dengan Laboratorium CITO Wates. Papsmear sendiri merupakan kegiatan rutin ke tiga di tahun 2017.




(Novvita_Umi)

Rabu, 01 Maret 2017

KOORDINASI PERSIAPAN VERIFIKASI KABUPATEN/ KOTA SEHAT (KKS)
KABUPATEN KULON PROGO TAHUN 2017


Sentolo, Rabu (01/03/2017) bertempat di Aula Puskesmas Sentolo I diadakan pertemuan koordinasi untuk persiapan Lomba KKS (Kabupaten Kota Sehat. Pertemuan ini dihadiri oleh semua perangkat desa di kecamatan Sentolo, perwakilan dari kecamatan Sentolo serta sanitarian dan Kepala Puskesmas  Puskesmas Sentolo I dan Puskesmas Sentolo II. Pertemuan ini berlangsung dari pukul 11.00 - 13.00 WIB.

Kabupaten/Kota Sehat adalah suatu kondisi dari suatu wilayah yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni penduduknya dengan mengoptimalkan potensi ekonomi masyarakat yang saling mendukung melalui koordinasi forum kecamatan dan difasilitasi oleh sektor terkait dan sinkron dengan perencanaan masing-masing desa.

Tujuan Program Kabupaten Sehat pada dasarnya adalah tercapainya kondisi Kabupaten untuk hidup dengan bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni dan bekerja bagi warganya dengan terlaksananya berbagai program-program kesehatan dan sektor lain, sehingga dapat meningkatkan sarana dan produktifitas dan perekonomian masyarakat.

Kecamatan Sentolo terpilih sebagai sampel penilaian tatanan industri. Sehingga dalam pertemuan ini juga dilakukan penentuan sampel industri yang akan diajukan untuk dinilai. Selain itu koordinasi menganai update/revisi data dokumen tahun 2015 dan tahun 2016 dan penentuan sekertariat KKS karena kecamatan tidak boleh dipakai sebagai tempat sekertariat. Untuk sementara sekertariat bertempat di Dusun Pongangan.




(N.WS_Mariana)

Selasa, 28 Februari 2017

PENYULUHAN KESEHATAN DAN PRAKTEK SIKAT GIGI
DI TK ABA SENTOLO




Sentolo, Selasa (28/02/2017) Petugas kesehatan dari Puskesmas Sentolo I yaitu bpk Agustinus Karnam, SST dan Ibu Intan Nurcahya memberikan penyuluhan kesehatan serta melakukan praktek sikat gigi untuk siswa TK ABA Sentolo. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengenalkan anak pentingnya menjaga kesehatan , cara mewarat gigi serta cara menyikat gigi yang benar. Selain itu melalui kegiatan ini anak menjadi tidak takut dengan petugas kesehatan.

Dalam kegiatan ini diikuti oleh 80 siswa TK ABA. Ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan oleh sekolah untuk mengenalkan berbagai macam profesi pekerjaan kepada para siswa. Penyuluhan dilakukan dari pukul 09.00 - 11.00 WIB.
 Salah seorang siswa sedang mempraktekkan cara menyikat gigi.

(N.W.S)
 

Senin, 27 Februari 2017

Sosialisasi Kebijakan dan Bahaya Merokok
dalam Rangka Pembentukan Kawasan Tanpa Rokok (KTR)
di Dusun Nglothak Desa Kaliagung




Sentolo, Senin (27/02/2017) dilaksanakan kegiatan sosialisasi kebijakan dan bahaya merokok dalam rangka pembentukan kawasan tanpa rokok (KTR). Peserta dalam kegiatan ini adalah tokoh masayarat serta warga dusun Nglotak, perangkat desa Kaliagung, Ka Sie Promosi Kesehatan Dinkes KP serta petugas dari Puskesmas Sentolo I yang berjumlah 30 orang. Sosialisasi dilakukan di rumah bapak dukuh Nglotak.

Susunan Acara:
  1. Pembukaan
  2. Sambutan Kepala Desa Kaliagung
  3. Penyampaian materi yang di sampaikan bapak Ka Pusk Sentolo I dr. Susilo Pradyarto
  4. Penyampaian materi yang disampaikan Ka Sie Promkes Dinkes KP Natalia Srikaruniawati, SKM
  5. Diskusi
  6. Penandatangan Deklarasi KTR
  7. Penutup
Dalam sambutan yang disampaikan Kepala Desa Kaliagung beliau berharap semua dusun di Kaliagung bisa bebas asap rokok (KTR). Selain itu diharapkan setelah mendapatkan sosialisasi dari Puskesmas dan Dinkes dapat menyebar luaskan informasi yang telah didapatkan kepada yang lain.

Dalam materi yang disampaiakn dr Susilo Pradyarto menjelaskan bahaya merokok terutama pada ibu hamil. memberikan motivasi kepada para bapak agar merokok pada tempatnya, bukan melarang merokok tetapi sebaiknya merokok pada tempat yang telah disepakati dan tidak merokok di tempat-tempat umum yang telah disepakati. Sesuai Perda No 5 tahun 2015 bila ada yang merokok di tempat umum yang telah disepakati makan akan dikenai denda Rp 50.000,- yang diserakan ke satgas KTR telah dipilih.


Materi yang disampaikan dari Dinkes KP oleh Natalia Srikaruniawati, SKM menjelaskan kebijakan Kab Kulon Progo dalam pembentukan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dimulai dengan penjelasan tentang kerugian merokok:
  • Asap rokok ada dua macam yaitu asam utama dan asap sampingan. Asap rokok lebih banyak di asap sampingan. 75% asap dan racun justru berada dalam asap sampingan (pucuk yang dibakar.
 
  • Alasan mengapa merokok sebaiknya tidak di dalam ruagan dikarenakan asap rokok yang keluar akan tertinggal di permukaan dinding/tembok/lantai/tikar atau meja atau kursi yang ada diruangan tersebut selama 4-6 jam. Selain itu asap juga akan lebih banyak dihirup oleh orang lain yang berada dalam satu ruangan. Sebaiknya jarak aman merokok adalah 7,5 meter dari bangunan rumah (luar rumah) 
  • Di lingkungan pedukuhan/ dusun tidak perlu disediakan tempat khusus untuk merokok. Yang peling penting adalah tidak merokok di dalam rumah.
Ada masukan bagus dari salah satu peserta bahwa merokok banyak kerugiannya dari sisi agama dikarenakan ketika akan merokok tidak mungkin akan membaca basmallah dan setelah selesai pun tidak mengucapkan hamdallah serta perokok lebih banyak berdiri/ tidak duduk dan itu menampakkan kesombongan.

Setelah selesai penyampaian materi dan diskusi dilanjutkan dengan penandatanganan tempat-tempat yang disepakati tidak boleh merokok dan komitmen KTR di dusun Nglothak.

























(Novvita_Tutik)

Kamis, 23 Februari 2017

PERTEMUAN KOORDINASI KEGIATAN BOK TAHUN 2017
PUSKESMAS SENTOLO 1 DAN PUSKESMAS SENTOLO 2


Sentolo
Kamis (23/02/2017) kemarin bertempat di Aula Puskesmas Sentolo I para Programer dan Kepala Puskesmas Sentolo I dan Puskesmas Sentolo II melakukan pertemuan koordinasi terkait kegiatan BOK yang dilakukan bersama di Kecamatan. Kegiatan tersebut antara lain koordinasi kegiatan Pertemuan Lintas Sektor Kecamatan, Pelatihan dokter kecil, Pembentukan TPKJM (Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat), Pertemuan Pokjanal DBD, Sosialisai kegiatan BIAS, Persipan Deklarasi STOP BABS Kecamatan Sentolo, Kecamatan Sehat dan program kegiatan lain yang memerlukan koordinasi antar Puskesmas dengan Kecamatan.

Dengan dilakukannya koordinasi kegiatan antar Puskesmas diharapkan pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan bersama di kecamatan Sentolo bisa seragam terkait pendanaan kegiatan, serta materi yang disampaikan seragam sehingga tidak ada kesenjangan .



(N.W.S) 

Jumat, 03 Februari 2017

KUNJUNGAN RUMAH PASIEN GANGGUAN JIWA 
YANG DIPASUNG




Jumat (03/02/2017) Petugas dari RSJ Grasia datang ke Puskesmas Sentolo I bertemu dengan petugas yang manangani pasien jiwa serta Kepala Puskesmas Sentolo I. Pertemuan tersebut bertujuan untuk menindaklanjuti laporan yang telah dikirim petugas mengenai pasien jiwa yang di pasung di wilayah kerja Puskesmas Sentolo I serta melakukn koordinasi. Pertemuan dilakukan di Aula Puskesmas Sentolo I. 

Setelah selesai melakukan koordinasi dengan petugas Puskesmas, dilanjutkan dengan cek lapangan serta melihat kondisi pasien jiwa yang dipasung. Kondisi pasien saat didatangi cukup bagus dan cukup bersih. Setelah melihat kondisi pasien petugas Puskesmas serta petugas RSJ Grasia memberikan edukasi kepada keluarga pasien agar pasien bisa di rawat di rumah sakit jiwa. Tak lupa petugas juga melakukan koordinasi dengan bapak dukuh setempat agar dapat memberikan motivasi kepada keluarga agar pasien pasung boleh dirujuk di RSJ Grasia.





(N.WS_Ag Karman) 

Selasa, 03 Januari 2017

PERTEMUAN KEMITRAAN DENGAN DUKUN BAYI


Sentolo (03/1/2017), Pertemuan kemitraan bidan dengan dukun bayi merupakan acara rutin yang dilaksanatan setiap hari selasa pahing. Pertemuan kali ini dilaksanakan tanggal 3 Januari 2017 bertempat di Puskesmas Sentolo I yang dihadiri oleh 13 dukun bayi yang ada di wilayah kerja Puskesmas Sentolo I.  Pertemuan dilaksanakan antara bidan Puskesmas, Kepala Puksesmas Sentolo I dr. Susilo Praduarto dan  dukun bayi. Pertemuan berlangsung dari pukul 10.00 - 13.00 WIB.
Susunan Acara:
  1. Pembukaan
  2. Sambutan dari Kepala Puskesmas Sentolo I
  3. Sosialisasi Program GARBA
  4. Diskusi
  5. Pemeriksaan kesehatan dukun dan arisan
  6. Penutup
Sosialisasi GARBA disampaikan oleh bidan Umi Kurniasari, AMd Keb. GARBA adalah penjaringan biaya pelayanan kesehatan bagi penduduk DIY meliputi: pemeriksaan kehamilan, persalinan, nifas, neonatal dan keluarga berencana (KB) yang diberikan kepada masyarakat yang tidak mempunyai jaminan apapun.
Persyaratan pengurusan GARBA antara lain:
  1. Fotocopy kartu keluarga (KK)
  2. Fotocopy kartu tanda penduduk (KTP)
  3. Surat keterangan tidak mempunyai jaminan yang dikeluarkan oleh Puskesmas
  4. Surat keterangan tidak mampu dari desa
  5. Dimohon pada para mbah dukun untuk menyampaikan kepada ibu hamil yang belum memiliki jaminan kesehatan untuk mengurus GARBA
Hasil jawaban diskusi:
  1. Pengurusan GARBA bisa dilakukan oleh siapapun (suami, orang tua, adik, saudara atau tetangga)
  2. untuk ibu hamil yang tidak bisa melahirkan normal dan harus operasi bisa menggunakan GARBA, Semua biaya di tanggung GARBA. 

(N.W.S)