Tampilkan postingan dengan label KIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KIA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 April 2018

Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasasan Terhadap Perempuan dan Anak( KTP a)


 Puskemas Sentolo 1 mengadakan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasasan Terhadap Perempuan dan Anak( KTP a) pada tanggal 25 April 2018 , bertempat di Aula KUA Kecamatan Sentolo. Kegiatan ini dilaksanakan berkat kerjasama dengan LSM Rifka Annisa Yogyakarta dan melibatkan lintas sektor yang ada di wilayah Sentolo.

Kegiatan sosialisasi tersebut menghadirkan dua narasumber. Yang pertama adalah Ketua FPKK (Forum Penanganan Korban Kekerasan )DIY sekaligus Dosen Fakultas Hukum Universitas Atmajaya Yogyakarta yaitu Ibu Prof. DR. Sari Murti W., S.H.M .Hum. Materi yang disampaikan yaitu tentang Penanganan Korban Kekerasan di DIY


Narasumber yang kedua adalah Komisioner Komnas Perempuan, Ibu Dra. ANunuk Prasetyo Murniati M.A. Materi yang disampaikan yaitu mengenai Penanganan Korban Kekerasan dan Pencegahannya.

Acara Sosialisasi di moderatori oleh relawan Rifka Annisa Arnita Ernauli Marbun S.H.  Diskusi berlangsung cukup hangat dengan beberapa masalah yang dibahas, di antaranya penanganan dan sanksi hukum terhadap pelaku kekerasan yang merupakan anak berkebutuhan khusus, upaya-upaya pencegahan kekerasan di lingkungan serta pencegahan kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah

Rencana tindak lanjut yang ditetapkan yaitu komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pelaporan dan penanganan korban kekerasan dari semua pihak serta melakukan upaya pencegahan kekerasan sedini mungkin dari semua unit lintas sektor kecamatan.

(Umi K)

Selasa, 07 Maret 2017

PELAKSANAAN SDIDTK DI DESA BANGUNCIPTO

Sentolo (07/03/2017), di bulan Maret ini dilaksanakan kegiatan SDITK (Stimulasi Deteksi Inisiasi Tumbuh Kembang) pada anak. Di wilayah Desa Banguncipto terdapat 3 sekolah TK antara lain TK ABA Bantar 1, TK ABA Bantar 2 dan TK PKK Banaran Kidul. Sasaran kegiatan ini 86 anak. 

Tujuan kegiatan SDIDTK antara lain:
  1. Memastikan tumbuh kembang anak sesuai tahapan umur dan perkembangannya  
  2. Mendeteksi dini adanya kasus-kasus abnormal tumbuh kembang anak sehingga bisa segera ditangani di Fasilitas Kesehatan Lanjutan.
Pada kegiatan SDIDTK dilakukan pengukuran berat badan, tinggi badan serta dilakukan test tumbuh kembang anak sesuai form skrining SDIDTK. Kegiatan SDIDTK di wilayah desa Banguncipto dilaksanakan sendiri oleg bidan desa Wahyu Pratiwi, Amd Keb. 



kegiatan SDIDTK di TK Banaran Kidul





(N.WS_W.P)

Jumat, 03 Maret 2017

PERTEMUAN NON POKJA 4 
PKK KECAMATAN SENTOLO
DENGAN PUSKESMAS SENTOLO I



Sentolo, (03/03/2016) bertempat di Aula Puskesmas Sentolo I diadakan pertemuan dengan Pokja 4 PKK Kecamatan Sentolo. Peserta dalam pertemuan ini berjumlah 30 orang yang terdiri dari kader PKK non kesehatan di Kecamatan Sentolo. Pertemuan ini berlangsung dari pukul 08.30 - 13.00 WIB.

Susunan Acara sebagai berikut:

NO
ACARA
PEMATERI
1
Pembukaan
Umi Kuniasari, Amd Keb
2
Sambutan
Kepala Puskesmas Sentolo I
3
Materi:
·         Materi I
·         Materi II
·         Materi III
·         Materi IV

·         dr Susilo Pradyarto
·         Triatminatun, AMG
·         Henny Wakhidati, S.Kep, Ns
·          Umi Kurniasari, Amd Keb
4
Diskusi

5
Penutup

 
Materi pertama yang disampaikan oleh dr Susilo Pradyarto membahas tentang evaluasi program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan Gizi tahun 2016. Evaluasi bagi Puskesmas adalah untuk meningkatkan koordinasi lintas sektor khususnya pada  PKK Kecamatan agar cakupan program khususnya UKM lebih meningkat.
Materi ke 2 disampaikan oleh Triatminatun, AMG yang membahas tentang masalah gizi tahun 2017 di wilayah kerja Puskesmas Sentolo I diantaranya ibu hamil KEK, ibu hamil anemi dan anemia pada remaja putri. Masalah tersebut diatasi dengan program pemberian PMT pada bumil KEK, Pemberian tablet besi (FE) pada remaja putri di sekolah dan skrining gizi pada calon penganten (caten)

 Materi ke 3 disampaikan oleh Henny Wakhidati, S.Kep, Ns tentang program-program baru imunisasi di tahun 2017. Program tersebut antara lain pemberian sertifikat lulus imunisasi bagi balita yang sudah diberikan imunisasi dasar lengkap di Puskesmas Sentolo I dengan menunjukkan buku KIA dan fotocopy hasil pelayanan imunisasi, program pemberian imunisasi HPV pada siswa SD dan SMP hingga umur 15 tahun serta program pemberian vaksin rubella.

Materi ke 4 disampaikan oleh Umi Kurniasari, Amd keb tentang permasalahan kesehatan ibu dan anak (KIA) di wilayah kerja Puskesmas Sentolo I serta penjelasan tentang masalah penjaminan Jampersal. Jampersal (Jaminan Persalinan) diperuntukkan bagi ibu hamil yang tidak memiliki jaminan kesehatan yang meliputi pelayanan kesehatan ANC, persalinan, pelayanan nifas dan neonatus serta pemanfaatan RTK (Rumah Tangga kelahiran) di Beji Wates dan transportasi ibu hamil dari RTK ke RSUD atau sebaliknya. 

Selain itu bidan Umi Kurniasari, Amd Keb juga memberikan promosi tentang pelaksanaan Papsmear masal di Puskesmas Sentolo I yang akan dilaksanakan pada tanggal 23 Maret 2017 di ruang bersalain Puskesmas Sentolo I dan bekerjasama dengan Laboratorium CITO Wates. Papsmear sendiri merupakan kegiatan rutin ke tiga di tahun 2017.




(Novvita_Umi)

Selasa, 03 Januari 2017

PERTEMUAN KEMITRAAN DENGAN DUKUN BAYI


Sentolo (03/1/2017), Pertemuan kemitraan bidan dengan dukun bayi merupakan acara rutin yang dilaksanatan setiap hari selasa pahing. Pertemuan kali ini dilaksanakan tanggal 3 Januari 2017 bertempat di Puskesmas Sentolo I yang dihadiri oleh 13 dukun bayi yang ada di wilayah kerja Puskesmas Sentolo I.  Pertemuan dilaksanakan antara bidan Puskesmas, Kepala Puksesmas Sentolo I dr. Susilo Praduarto dan  dukun bayi. Pertemuan berlangsung dari pukul 10.00 - 13.00 WIB.
Susunan Acara:
  1. Pembukaan
  2. Sambutan dari Kepala Puskesmas Sentolo I
  3. Sosialisasi Program GARBA
  4. Diskusi
  5. Pemeriksaan kesehatan dukun dan arisan
  6. Penutup
Sosialisasi GARBA disampaikan oleh bidan Umi Kurniasari, AMd Keb. GARBA adalah penjaringan biaya pelayanan kesehatan bagi penduduk DIY meliputi: pemeriksaan kehamilan, persalinan, nifas, neonatal dan keluarga berencana (KB) yang diberikan kepada masyarakat yang tidak mempunyai jaminan apapun.
Persyaratan pengurusan GARBA antara lain:
  1. Fotocopy kartu keluarga (KK)
  2. Fotocopy kartu tanda penduduk (KTP)
  3. Surat keterangan tidak mempunyai jaminan yang dikeluarkan oleh Puskesmas
  4. Surat keterangan tidak mampu dari desa
  5. Dimohon pada para mbah dukun untuk menyampaikan kepada ibu hamil yang belum memiliki jaminan kesehatan untuk mengurus GARBA
Hasil jawaban diskusi:
  1. Pengurusan GARBA bisa dilakukan oleh siapapun (suami, orang tua, adik, saudara atau tetangga)
  2. untuk ibu hamil yang tidak bisa melahirkan normal dan harus operasi bisa menggunakan GARBA, Semua biaya di tanggung GARBA. 

(N.W.S)