Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Lingkungan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Juli 2017

IMPLEMENTASI HYGIENE SANITASI PERORANGAN (HSP) SEKOLAH
DI SD N KALIMENUR, SUKORENO


Rabu 26 Juli 2017 bertempat di SD N Kalimenur, Desa Sukoreno dilaksanakan kegiatan Implementasi Hygiene Sanitasi Perorangan (HSP) Sekolah. Sasaran pada kegitan ini adalah siswa kelas IV Sekolah Dasar. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengenalkan anak cara memilih makanan yang sehat, penyakit yang dapat ditimbulkan dari makanan yang kurang bersih dan tidak sehat serta cara pencegahannya. Materi disampaikan oleh ibu Mariana Budiarti, AMKL selaku petugas Sanitarian Puskesmas Sentolo I. Media yang digunakan dalam penyuluhan ini adalah media gambar serta lembar balik.


Dalam pengenalan masalah para siswa diminta untuk menceritakan makanan/minuman apa saja yang dimakan selama di sekolah. Setelah itu siswa diajak untuk menganalisa pemecahan masalah. Anak-anak diminta menceritakan alur kontaminasi makanan dan minuman dengan media gambar.
Tampak pada gambar salah seorang siswa maju ke depan untuk menjelaskan alur kontaminasi makanan


Setelah kegiatan ini diharapkan anak- anak sudah bisa menjelaskan alur kontaminasi makanan dan minuman serta pencegaha, serta di harapkan pihak sekolah juga memberi pengawasan terhadap makanan/minuman yang di jual di lingkungan sekolah. 


(N.WS_Rn)

Jumat, 21 Juli 2017


IMPLEMENTASI HYGIENE SANITASI PERORANGAN (HSP) SEKOLAH
DI SD N 2 SENTOLO


Jumat 21 Juli 2017 bertempat di SD N 2 Sentolo dilaksanakan kegiatan Implementasi Hygiene Sanitasi Perorangan (HSP) Sekolah. Sasaran pada kegitan ini adalah siswa kelas IV Sekolah Dasar. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengenalkan anak cara memilih makanan yang sehat, penyakit yang dapat ditimbulkan dari makanan yang kurang bersih dan tidak sehat serta cara pencegahannya. Materi disampaikan oleh ibu Mariana Budiarti, AMKL selaku petugas Sanitarian Puskesmas Sentolo I. Media yang digunakan dalam penyuluhan ini adalah media gambar serta lembar balik.  


Dari gambar diatas salah seorang siswa maju kedepan untuk menjelaskan gambar mengenai perilaku yang baik dan perilaku yang tidak boleh dilakukan dalam pengolahan makanan.
Suasana kegiatan sangat baik. Anak-anak antusias mendengarkan penjelasan petugas serta sangat komunikatif. 


Beberapa siswa tampak antusias saat di suruh maju untuk menjelaskan dengan media gambar tentang alur penyakit diare serta cara untuk memutus alur penyakit diare.



Pada umumnya anak- anak sudah bisa menjelaskan alur kontaminasi makanan dan minuman jadi tinggal pengawasan dari pihak sekolah. Kegiatan ini diakhiri dengan foto bersama semua siswa dengan petugas.


(N.WS_Rn)

Rabu, 08 Maret 2017

RAKOR KECAMATAN TENTANG KKS 2017

RAKOR KECAMATAN SENTOLO
TENTANG KABUPATEN/KOTA SEHAT 2017




Sentolo, Rabu (8/3/2017) dilaksanakan rapat koordinasi di Kecamatan Sentolo membahas tentang kesiapan penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) tahun 2017. Peserta dalam pertemuan ini Camat Sentolo, drg. Hunik Rimawati, M.Kes (Dinkes KP), Slamet Riyanto, SKM (Dinkes KP), Ka Pusk Sentolo I, Ka Pusk Sentolo II, petugas Sanitarian, Ketua KKS, perwakilan dari masing-masing desa di kecamatan Sentolo. Pertemuan dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Sentolo.
Susunan acara dalam pertemuan rakor kecamatan sebagai berikut:
  1. Pembukaan
  2. Sambutan dari Camat Sentolo yang diwakili Sekertaris Camat Sentolo
  3. Pemaparan tentang penilaian Kabupaten/Kota Sehat 2017  yang disampaiakan oleh Slamet Riyanto, SKM (Dinkes KP)
  4. Tanggapan kesiapan KKS 2017 di Desa wilayah kerja Puskesmas Sentolo I oleh Ka Pusk Sentolo I dr Susilo Pradyarto
  5. Tanggapan kesiapan KKS 2017 di Desa wilayah kerja Puskesmas Sentolo I oleh Ka Pusk Sentolo II
  6. Diskusi
  7. Penutup
 Materi yang disampaikan bpk Slamet Riyanto, SKM dalam persiapan KKS 2017 antara lain verifkasi KKS dilakukan 2 tahu sekali dan pada tahun yang ganjil. Jika aspek yang dinilai sudah sesuai akan mendapatkan penghargaan swastisaba. Penghargaan swastisaba ada tiga tingkatan yaitu tingkat padhapha (dasar), tingkat wiwerdha dan tingkat wistara. Di Kabupaten Kulon Progo baru pendapat penghargaan Padhapha yang berarti masih tingkat dasar. Di Kabupaten Kulon Progo baru 2 tatanan yang memenuhi syarat dari total 9 tatanan yang dinilai. Jika ini mencapai tingkat wistara harus mendapat wiwerdha terlebih dahulu. Tahun ini Kabupaten Kulon Progo mengajukan 6 tatanan untuk di nilai dan Kecamatan Sentolo mendapat bagian untuk dinilai sampling kawasan industri sehat dengan harapan Kulon Progo bisa berdampingan dengan Kabupaten lainnya. Salah satu persyaratan lolos penilaian KKS harus sudah deklarasi Stop BABS.
Menanggapi hal yang telah disampaian  itu, Kepala Puskesmas Sentolo I menyampaikan deklarasi Stop BABS direncanakan dilaksanakan di akhir bulan Maret 2017. Sebelumnya Ka Sie Kesos dari tiap desa sudah melakukan pertemuan bersama Kepala Puskesmas Sentolo I dan Sentolo II serta perwakilan Kecamatan di Aula Puskesmas Sentolo I untuk mengecek kesiapan penyelenggaraan KKS 2017.





(Novvita_Mariana)

Rabu, 01 Maret 2017

KOORDINASI PERSIAPAN VERIFIKASI KABUPATEN/ KOTA SEHAT (KKS)
KABUPATEN KULON PROGO TAHUN 2017


Sentolo, Rabu (01/03/2017) bertempat di Aula Puskesmas Sentolo I diadakan pertemuan koordinasi untuk persiapan Lomba KKS (Kabupaten Kota Sehat. Pertemuan ini dihadiri oleh semua perangkat desa di kecamatan Sentolo, perwakilan dari kecamatan Sentolo serta sanitarian dan Kepala Puskesmas  Puskesmas Sentolo I dan Puskesmas Sentolo II. Pertemuan ini berlangsung dari pukul 11.00 - 13.00 WIB.

Kabupaten/Kota Sehat adalah suatu kondisi dari suatu wilayah yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni penduduknya dengan mengoptimalkan potensi ekonomi masyarakat yang saling mendukung melalui koordinasi forum kecamatan dan difasilitasi oleh sektor terkait dan sinkron dengan perencanaan masing-masing desa.

Tujuan Program Kabupaten Sehat pada dasarnya adalah tercapainya kondisi Kabupaten untuk hidup dengan bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni dan bekerja bagi warganya dengan terlaksananya berbagai program-program kesehatan dan sektor lain, sehingga dapat meningkatkan sarana dan produktifitas dan perekonomian masyarakat.

Kecamatan Sentolo terpilih sebagai sampel penilaian tatanan industri. Sehingga dalam pertemuan ini juga dilakukan penentuan sampel industri yang akan diajukan untuk dinilai. Selain itu koordinasi menganai update/revisi data dokumen tahun 2015 dan tahun 2016 dan penentuan sekertariat KKS karena kecamatan tidak boleh dipakai sebagai tempat sekertariat. Untuk sementara sekertariat bertempat di Dusun Pongangan.




(N.WS_Mariana)

Kamis, 20 Oktober 2016

Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM)

Dalam rangka meningkatkan cakupan kualitas air minum yang memenuhi syarat kesehatan Dinas Kesahatan Provinsi mengadakan kegiatan Pelatihan Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM). Tujuan dari pelatihan RPAM Konumal adalah agar peserta mampu mengimplementasikan rencana pengamanan air minum (RPAM) komunal di wilayahnya. Pelaksanaan kegiatan ini berlangsung selama 3 hari (17-19 Oktober 2016) bertempat di Aula Puskesmas Pengasih II.

Peserta pelatihan sejumlah 30 orang yang terdiri dari 6 kelompok dari enam Puskesmas yang terdiri dari satu Sanitarian Puskesmas, Satu orang Kepala Desa dan tiga orang pengurus kelompok air minum komunal. Puskesmas yang menjadi peserta antara lain Puskesmas Sentolo I, Puskesmas Nanggulan, Puskesmas Pengasih 2, Puskesmas Girimulyo 1, Puskesmas Girimulyo 2 dan Puskesmas Kokap 1. kebetulan dari Puskesmas Sentolo I yang diikutkan pelatihan adalah dari desa kaliagung dengan kelompok Telogo Wening..

Hasil yang diharapkan : diimplementasikan RPAM komunal pada sarana air minum yang dilatih dengan 
dukungan dari pemerjntah desa dan pembinaan dari puskesmas setempat.

Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah diskusi, diskusi kelompok, curah pendapat, penugasan dan praktek lapangan. Orientasi kegitan dipandu oleh Narasumber dan fasilitasor berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi, PAMMASKARTA DIY, dan Dinas Kesehatan Kulon Progo.



 Tampak dari kiri ke kanan: Sanitarian Puskesmas Naggulan (Bangun N.W, SKM), Sanitarian Puskesmas Kokap 1 (Isnaini, AMKL), Sanitarian Puskesmas Sentolo I (Mariana Budiarti, AMKL), Sanitarian Puskesmas Pengasih II (Suparmanto, SKM).









Pada hari kedua pelatihan diadakan kegiatan praktek lapangan. Kegiatanya melihat cara pengoprasian PAMSIMAS dari Hulu ke hilir sampai kepada konsumen.







 _Novvita ws_

Kamis, 11 Agustus 2016

STOP BABS

Kamis (11/08/2016) dilakukan kegiatan Pemicuan STOP BABS di Dusun Gunung Rawas, Desa Sentolo.
Dalam rangka untuk menurunkan kejadian penyakit diare dan penyakit berbasis lingkungan yang berkaitan  dengan sanitasi dan perilaku pemerintah menetapkan Keputusan Kementerian Kesehatan R.I Nomer : 852/MENKES/SK/IX/2008 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yaitu suatu strategi untuk pendekatan untuk mengubah perilaku hygiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat  dengan metode pemicuan.
Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) terdiri dari 5 Pilar yaitu  :
  1. Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS)
  2. Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)
  3. Pengelolaan Air Minum Rumah Tangga (PAM-RT)
  4. Pengelolaan Sampah Rumah Tangga
  5. Pengelolaan  Limbah Cair Rumah Tangga  (Limbah Cair RT)
Pada tanggal 11 Agustus 2016 petugas melakukan Pemicuan Pilar 1 Program STBM yakni pemicuan Stop BABS di Dusun Gunung Rawas Desa Sentolo. Pelaksana kegiatan ini adalah Petugas Kesehatan Lingkungan (Mariana Budiarti, AMKL) dan Petugas Epidemiologi (Tutik Inayah S, SKM). Kegiatan ini didanai dengan dana BOK.
(Novvita WS)



 

Sabtu, 22 November 2014



PENGELOLAAN LIMBAH PADAT (MEDIS & NON MEDIS) 
DI PUSKESMAS SENTOLO 1

Secara umum pengelolaan dampak limbah padatnya adalah:  
- Membuat tempat tampungan limbah padat (non medis/ sampah kertas, plastik dan lain-lain) di tiap unit kegiatan Puskesmas Sentolo I dan ditempatkan pada lokasi yang strategis. Tempat penampungan sementara sampah non medis, dibuatkan bak penampungan sampah permanen serta diberi penutup bak, sehingga tidak menyebarkan bau/ berkembangnya vektor penyakit tempat pembuangan sampah. Secara rutin/ tiap hari dilakukan pembuangan ke tempat penampungan akhir/ TPA ( dengan bekerjasama dengan kelompok pengelola sampah “KSM Asri” dengan alamat Sentolo Lor, Sentolo, Kulonprogo, DIY.
- Menjaga kebersihan lingkungan dengan menempel slogan “Jagalah kebersihan” dan Buanglah sampah pada tempatnya.
- Membuat tempat penampung sampah non infectius yang terdiri dari 3 macam yakni untuk menampung sampah organik, non organik dan sampah kaca atau besi, sehingga sampah tersebut dapat didaur ulang atau dapat di buat kompos.
- Memasang jaring-jaring untuk binatang/pengganggu di lubang-lubang ventilasi dan outlet SPAL yang sering digunakan untuk berkembangbiak.
- Pembersihkan kotoran/pengepelan menggunakan cairan Desinfectant.
- Tempat sampah di desain tertutup rapat, kedap air, mudah diangkut.
- Bekerjasama dengan Pest Control dalam penanganan vector penyakit
- Untuk pengelolaan sampah medis padat juga bekerjasama dengan pihak ketiga ( PT. Jasa Medivest  dengan Perjanjian pembuangan dan pemusnahan limbah medis Nomor : 067.OC/JM/DINKES-KP/WAT/II/14 : No : 658/425 tahun 2014).
- Untuk sampah medis disediakan safety box dan tempat sampah tertutup dari palstik yang kuat di masing-masing unit layanan medis
- Sampah medis yang non dimasukkan tempat sampah tertutup yang dilapisi plastic yang kuat, sampah medis tajam dimasukkan  ke safety box selanjutnya  dikumpulkan dan disimpan sementara dalam TPS B3 selanjutnya setiap jangka waktu tertentu diambil oleh pihak ketiga PT> Jasa Medivest dibakar diincinerasi.

Rabu, 29 Oktober 2014



PEMICUAN STOP BABS DI DUSUN KEMIRI 
DESA KALIAGUNG


Dalam rangka untuk menurunkan kejadian penyakit diare dan penyakit berbasis lingkungan yang berkaitan  dengan sanitasi dan perilaku pemerintah menetapkan Keputusan Kementerian Kesehatan R.I Nomer : 852/MENKES/SK/IX/2008 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yaitu suatu strategi untuk pendekatan untuk mengubah perilaku hygiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat  dengan metode pemicuan.

Dari hasil pemicuan di Dusun kemiri pemilik jamban cemplung terpicu untuk meningkatkan kualitas jambannya dengan membuat tutup jamban cemplung dan memperbaiki jamban cemplungnya menjadi jamban leher angsa secara mandiri.
Untuk rencana tindak lanjut Program STBM di Dusun Kemiri, Desa Kaliagung yang pertama penuntasan perilaku BABS untuk menuju ke Dusun Bebas Buang Besar Sembarangan (ODF) serta rencana pemicuan untuk pilar STBM selanjutnya utamanya pilar 2, pilar 3, pilar 4 & pilar 5 dalam rangka menuju dusun STBM.