Tampilkan postingan dengan label Promkes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Promkes. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Maret 2017

PERINGATAN HUT PPNI KE 43
"GERAKAN PERAWAT MENDUKUNG MASYARAKAT SEHAT"





Dalam rangka HUT PPNI ( Persatuan Perawat Nasional Indonesi)  Ke 43 yang jatuh pada tanggal 17 Maret 2017 seluruh perawat se-Indonesia melakukan aksi cuci tangan serentak di institusi kerja masing-masing. Kegiatan yang dilakukan meliputi :
1. Penyuluhan/pendidikan kesehatan tentang hand higyene kepada masyarakat/pengunjung rumah sakit/puskesmas/klinik dengan membagikan flyier kebersihan tangan.


2.    Pelaksanaan cuci tangan serempak seluruh Indonesia pada tanggal 17 Maret 2017 dengan pembagian waktu 08.00 WIB, 09.00 WITA, 10.00 WIT


Aksi ini bertujuan mengajak masyarakat untuk memulai hidup bersih dan sehat dimulai dari diri sendiri melalui hal yang paling sederhana yaitu mencuci tangan dengan sabun secara tepat. Puskesmas Sentolo 1 yang merupakan salah satu instansi kesehatan tak luput dalam menyemarakkan kegiatan ini. Pelaksanaan kegiatan di Puskesmas dilakukan oleh 15 orang perawat baik perawat rawat jalan maupun perawat UGD yang terdiri dari 1 orang penyuluh 8 orang fasilitator, 2 orang dokumentator dan selebihnya tetap melaksanakan tugas di unit masing-masing sebagai bentuk keterlibatannnya. Kegiatan dilakukan di ruang tunggu rawat jalan Puskesmas Sentolo 1 dengan melibatkan para pengunjung baik pasien maupun pengantar. Kegiatan diawali dengan memberikan penyuluhan ringan tetang pentingnya cuci tangan, manfaat, waktu yang tepat melakukan cuci tanngan serta bagaimana cara yang tepat melaksanakan cuci tangan yang benar. Kemudian disusul demonstrasi cuci tangan yang benar oleh para fasilitator dan diikuti oleh para pengunjung Puskesmas Sentolo 1 yang diakhiri secara serentak bersama-sama melakukan aksi cuci tangan dengan benar. 


Dari kegiatan serentak yang dilakukan oleh seluruh instansi kesehatan baik negeri maupun swasta, baik rumah sakit, puskesmas, maupun klinik se- Indonesia PPNI selaku organisasi profesi keperawatan memperoleh penghargaan dari Museum Rekor – Dunia Indonesia (MURI) atas mencuci tangan secara serentak oleh peserta terbanyak. Melalui rangkaian ulang tahun PPNI yang ke 43 tahun 2017 bertujuan mengajak semua elemen PPNI untuk menyatukan langkah, bersama-sama membangun organisasi PPNI disemua level, dan bergerak sejalan dalam mempengaruhi kebijakan agar berpihak pada kemaslahatan anggota profesi dan masyarakat penerima layanan keperawatan.



Jumat, 10 Maret 2017

JUMAT SEHAT & MINUM JAMU
KARYAWAN PUSKESMAS SENTOLO I



Sentolo, Jumat (10/03/2017) dilaksanakan kegiatan rutin senam untuk karyawan Puskesmas Setolo I. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari jumat pagi pukul 07.15 s/d 08.00 WIB. 

Selain kegiatan senam juga dilakukan kegiatan minum jamu bersama. Budaya minum jamu dilaksanakan sebagai salah satu kegiatan inovasi di Puskesmas Sentolo I yang dilaksanakan dua kali sebulan. Jamu terdiri dari 2 macam yaitu jamu beras kencur dan jamu kunir asam. Selain untuk karyawan jamu juga disediakan geratis untuk pasien pengunjung di rawat jalan.



(Novvita)

Senin, 27 Februari 2017

Sosialisasi Kebijakan dan Bahaya Merokok
dalam Rangka Pembentukan Kawasan Tanpa Rokok (KTR)
di Dusun Nglothak Desa Kaliagung




Sentolo, Senin (27/02/2017) dilaksanakan kegiatan sosialisasi kebijakan dan bahaya merokok dalam rangka pembentukan kawasan tanpa rokok (KTR). Peserta dalam kegiatan ini adalah tokoh masayarat serta warga dusun Nglotak, perangkat desa Kaliagung, Ka Sie Promosi Kesehatan Dinkes KP serta petugas dari Puskesmas Sentolo I yang berjumlah 30 orang. Sosialisasi dilakukan di rumah bapak dukuh Nglotak.

Susunan Acara:
  1. Pembukaan
  2. Sambutan Kepala Desa Kaliagung
  3. Penyampaian materi yang di sampaikan bapak Ka Pusk Sentolo I dr. Susilo Pradyarto
  4. Penyampaian materi yang disampaikan Ka Sie Promkes Dinkes KP Natalia Srikaruniawati, SKM
  5. Diskusi
  6. Penandatangan Deklarasi KTR
  7. Penutup
Dalam sambutan yang disampaikan Kepala Desa Kaliagung beliau berharap semua dusun di Kaliagung bisa bebas asap rokok (KTR). Selain itu diharapkan setelah mendapatkan sosialisasi dari Puskesmas dan Dinkes dapat menyebar luaskan informasi yang telah didapatkan kepada yang lain.

Dalam materi yang disampaiakn dr Susilo Pradyarto menjelaskan bahaya merokok terutama pada ibu hamil. memberikan motivasi kepada para bapak agar merokok pada tempatnya, bukan melarang merokok tetapi sebaiknya merokok pada tempat yang telah disepakati dan tidak merokok di tempat-tempat umum yang telah disepakati. Sesuai Perda No 5 tahun 2015 bila ada yang merokok di tempat umum yang telah disepakati makan akan dikenai denda Rp 50.000,- yang diserakan ke satgas KTR telah dipilih.


Materi yang disampaikan dari Dinkes KP oleh Natalia Srikaruniawati, SKM menjelaskan kebijakan Kab Kulon Progo dalam pembentukan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dimulai dengan penjelasan tentang kerugian merokok:
  • Asap rokok ada dua macam yaitu asam utama dan asap sampingan. Asap rokok lebih banyak di asap sampingan. 75% asap dan racun justru berada dalam asap sampingan (pucuk yang dibakar.
 
  • Alasan mengapa merokok sebaiknya tidak di dalam ruagan dikarenakan asap rokok yang keluar akan tertinggal di permukaan dinding/tembok/lantai/tikar atau meja atau kursi yang ada diruangan tersebut selama 4-6 jam. Selain itu asap juga akan lebih banyak dihirup oleh orang lain yang berada dalam satu ruangan. Sebaiknya jarak aman merokok adalah 7,5 meter dari bangunan rumah (luar rumah) 
  • Di lingkungan pedukuhan/ dusun tidak perlu disediakan tempat khusus untuk merokok. Yang peling penting adalah tidak merokok di dalam rumah.
Ada masukan bagus dari salah satu peserta bahwa merokok banyak kerugiannya dari sisi agama dikarenakan ketika akan merokok tidak mungkin akan membaca basmallah dan setelah selesai pun tidak mengucapkan hamdallah serta perokok lebih banyak berdiri/ tidak duduk dan itu menampakkan kesombongan.

Setelah selesai penyampaian materi dan diskusi dilanjutkan dengan penandatanganan tempat-tempat yang disepakati tidak boleh merokok dan komitmen KTR di dusun Nglothak.

























(Novvita_Tutik)

Kamis, 03 November 2016

BUDAYA MINUM JAMU DI PUSKESMAS SENTOLO I


(Karyawan Puskesmas bersama instruktur senam minum jamu setelah selesai senam)
 
(Sentolo, 04/11/2016) Salah satu inovasi kegiatan di Puskesmas Sentolo I adalah kegiatan minum jamu untuk karyawan dan pengunjung Puskesmas Sentolo 1. Kegiatan ini dilakukan setiap hari jumat minggu ke 1 dan minggu ke 3 setiap bulannya. Jamu adalah salah satu obat herbal yang sering di konsumsi oleh masyarakat indonesia yang memiliki khasiat yang sangat manjur di dalam mengatasi berbagai macam gangguan kesehatan. Jamu yang disediakan adalah jamu beras kencur dan jamu kuyit asam. Pemilihannya karena jenis tanaman TOGA yang ditaman dan banyak di budidayakan adalah kencur dan kunyit. Budaya minum jamu ini dimaksudkan sebagai percontohan kepada masyarakat untuk melestarikan jamu serta kecintaan pada tanaman TOGA (Tanaman Obat Keluarga).
Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) untuk kesehatan antaralain:
  1. meningkatkan kualitas kesehatan (peningkatan daya tahan tubuh/stamina)
  2. mencegah timbulnya gangguan penyakit yang beresiko, yaitu kondisi/ penyakit tertentu pada seseorang yang dapat memperburuk kesehatannya namun tidak memberikan gejala.
  3. mengatasi gejala/ gangguan penyakit umum/ tertentu, yaitu untuk pengobatan gangguan kesehatan keluarga.
Tanam kunyit yang digunakan untuk dibuat jamu adalah bagian rimpang. Maanfaat dari kunyit begitu banyak sekali antara lain digunakan untuk penderita kencing manis, rematik, penyakit kulit, demam, sembelit, melancarkan keluarnya lendir bagi penderita pilek, dll. 
Sama seperti tanaman kunyit, bagiaan tanaman kencur yang dapat dibuat jamu adalah bagian rimpang. Tak kalah dengan kunyit tanaman kencur juga mempunyai banyak manfaat antaralain: digunkan pada penderita tekanan darah tinggi, bengkak luka, gangguan tenggorokan, batuk, demam malaria, gangguan pencernaan, masuk angin, dll.
Seusai melaksanakan senam rutin karyawan semua langsung minum jamu bersama-sama seperti terlihat pada gambar berikut:



Selain karyawan para pengunjung Puskesmas (pasien dan keluarga pasien) juga meminum jamu. Jamu di letakkan di dekat pendaftan di gedung rawat jalan. Sudah disediakan gelas plastik yang dapat dipakai untuk meminum jamu.


 (Novvita WS)

Sabtu, 12 Desember 2015


AWAS BAHAYA NARKOBA...... 


Masalah penyalahgunaan Nakotika, Psikotropika dan zat Adiktif lainnya (NAPZA) atau istilah yang populer dikenal masyarakat sebagai NARKOBA (Narkotika dan bahan obat berbahaya) merupakan masalah yang sangat kompleks yang memerlukan upaya penggulangan secara komprehensif dengan melibatkan kerjasama multidislipiner, multisektor dan peran serta masyarakat secara aktif yang dilaksanakan secara berkesinambungan, konsekuen dan konsisten.
Maraknya penyalahgunaan NAPZA tidak hanya dikota-kota besar, tetapi sudah sampai ke kota kecil. Penyalahgunaan NAPZA paling banyak terjadi pada korban berumur 15-24 tahun. Oleh karena itu sektor kesehatan memegang peran penting dalam upaya penanggulangan penyalahgunaan NAPZA.
Sentolo, 12/12/2016 dr Agus Nugroho Andhi Saputro selaku dokter dari Puskesmas Sentolo I serta koordinator Program PKPR memberikan penyuluhan materi mengenai bahaya Narkoba pada siswa SMP. Bertempat di Aula Balai Desa Sentolo dr Andi menyampaikan materi tersebut dan disambut secara antusias oleh para siswa. Diharapkan dengan dilakukan penyuluhan ini para siswa lebih berhati-hati agar tidak terjerumus pada bahaya narkoba.
(novvita ws)