Tampilkan postingan dengan label Puskesmas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puskesmas. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Agustus 2017

KAMPANYE IMUNISASI MR (MEASLES RUBELLA)
DI SD NEGERI KALIMENUR, SUKORENO

Tim kampanye MR (Measles Rubella) dan Skrining Kesehatan Puskesmas Sentolo I
Sentolo (9/8/2017) dilaksanakan kegiatan kampanye MR dan skrining kesehatan. Sasaran kegiatan munisasi MR adalah semua siswa dari kelas 1-6 yang berusia <15 tahun.





N_WS

Kamis, 30 Maret 2017

JUMAT SEHAT KARYAWAN PUSKESMAS SENTOLO I


Sentolo (31/03/2017) dilaksanakan kegiatan senam rutin yang diikuti oleh karyawan Puskesmas Sentolo I. Kegiatan senam dimulai pukul 07.15 - 08.00 WIB di halaman Puskesmas Sentolo I. Senam yang dilakukan adalah jenis senam aerobik. Dengan dilaksanakan kegiatan senam ini dihapakan kebugaran karyawan tetap terjaga sehingga menjadi lebih sehat dan dapat memberikan pelayanan prima kepada masyarakat dan pasien.
Tidak lupa setelah kegiatan senam karyawan dan instruktur senam melakukan foto bersama.




(N.WS)

Rabu, 22 Maret 2017

APEL PAGI KARYAWAN PUSKESMAS SENTOLO I



Sentolo, Rabu (22/03/2017) dilaksanakan apel pagi rutin karyawan Puskesmas Sentolo I. Apel pagi ini dilaksanakan setiap hari pukul 7.45 - 08.00 WIB sebelum pelayanan dimulai. Namun untuk pelayanan pendaftaran tetap dilaksanakan dari pukul 07.30 WIB. Apel pagi dilaksankan kecuali hari jumat karena pada hari tersebut karyawan melaksankan kegiatan senam pagi.
Kegiatan apel pagi ini sebagai sarana komunikasi antar karyawan maupun koordinasi bila ada pengumuman penting yang perlu diketahui semua karyawan. Pada apel pagi ini Kepala Puskesmas Sentolo I, dr Susilo Pradyarto menyampaikan pengumumuman bahwa siang nanti akan dilakukan Pertemuan Lintas Program/ Pre Lokmin. Sehingga diharapkan programer mempersiapkan materi yang akan disampaikan dalam pertemuan tersebut.



(N.WS)

Jumat, 17 Maret 2017

PERINGATAN HUT PPNI KE 43
"GERAKAN PERAWAT MENDUKUNG MASYARAKAT SEHAT"





Dalam rangka HUT PPNI ( Persatuan Perawat Nasional Indonesi)  Ke 43 yang jatuh pada tanggal 17 Maret 2017 seluruh perawat se-Indonesia melakukan aksi cuci tangan serentak di institusi kerja masing-masing. Kegiatan yang dilakukan meliputi :
1. Penyuluhan/pendidikan kesehatan tentang hand higyene kepada masyarakat/pengunjung rumah sakit/puskesmas/klinik dengan membagikan flyier kebersihan tangan.


2.    Pelaksanaan cuci tangan serempak seluruh Indonesia pada tanggal 17 Maret 2017 dengan pembagian waktu 08.00 WIB, 09.00 WITA, 10.00 WIT


Aksi ini bertujuan mengajak masyarakat untuk memulai hidup bersih dan sehat dimulai dari diri sendiri melalui hal yang paling sederhana yaitu mencuci tangan dengan sabun secara tepat. Puskesmas Sentolo 1 yang merupakan salah satu instansi kesehatan tak luput dalam menyemarakkan kegiatan ini. Pelaksanaan kegiatan di Puskesmas dilakukan oleh 15 orang perawat baik perawat rawat jalan maupun perawat UGD yang terdiri dari 1 orang penyuluh 8 orang fasilitator, 2 orang dokumentator dan selebihnya tetap melaksanakan tugas di unit masing-masing sebagai bentuk keterlibatannnya. Kegiatan dilakukan di ruang tunggu rawat jalan Puskesmas Sentolo 1 dengan melibatkan para pengunjung baik pasien maupun pengantar. Kegiatan diawali dengan memberikan penyuluhan ringan tetang pentingnya cuci tangan, manfaat, waktu yang tepat melakukan cuci tanngan serta bagaimana cara yang tepat melaksanakan cuci tangan yang benar. Kemudian disusul demonstrasi cuci tangan yang benar oleh para fasilitator dan diikuti oleh para pengunjung Puskesmas Sentolo 1 yang diakhiri secara serentak bersama-sama melakukan aksi cuci tangan dengan benar. 


Dari kegiatan serentak yang dilakukan oleh seluruh instansi kesehatan baik negeri maupun swasta, baik rumah sakit, puskesmas, maupun klinik se- Indonesia PPNI selaku organisasi profesi keperawatan memperoleh penghargaan dari Museum Rekor – Dunia Indonesia (MURI) atas mencuci tangan secara serentak oleh peserta terbanyak. Melalui rangkaian ulang tahun PPNI yang ke 43 tahun 2017 bertujuan mengajak semua elemen PPNI untuk menyatukan langkah, bersama-sama membangun organisasi PPNI disemua level, dan bergerak sejalan dalam mempengaruhi kebijakan agar berpihak pada kemaslahatan anggota profesi dan masyarakat penerima layanan keperawatan.



Rabu, 08 Maret 2017

ADVOKASI PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN DBD DESA SENTOLO



Balai Desa Sentolo, 8 Maret 2017


Fluktuasi kasus DBD di Kecamatan Sentolo cenderung naik turun dan menunjukkan trend siklus 6 tahunan. Di wilayah kerja Puskesmas Sentolo I sendiri, terjadi peningkatan kasus yang cukup signifikan antara tahun 2015 dan 2016. Awal tahun 2015 terdapat 12 kasus sedangkan tahun 2016 sudah dibuka dengan 17 kasus DBD dan 19 kasus DF. Total kasus pada tahun 2016 secara keseluruhan adalah 46 kasus DBD dan 70 kasus DF.

Sepanjang tahun 2016, di wilayah Puskesmas Sentolo I telah dilakukan kegiatan fogging focus sebanyak 7 kali karena adanya indikasi penularan setempat. Namun, fogging focus bukanlah kegiatan penanggulangan paling utama dan tidak efektif karena hanya membunuh nyamuk dewasa pada satu siklus. Pencegahan dan penanggulangan DBD yang paling efektif adalah dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui 3M plus. Kementerian kesehatan telah menetapkan lima kegiatan pokok sebagai kebijakan dalam pengendalian DBD yaitu menemukan kasus secepatnya dan mengobati sesuai prosedur, memutuskan rantai penularan dengan pemberantasan vektor (nyamuk dewasa dan jentiknya), kemitraan dalam wadah POKJANAL DBD, pemberdayaan masyarakat dalam PSN serta peningkatan profesionalisme pelaksana program. 

Salah satu upaya dalam meningkatkan kemitraan dan peran serta masyarakat dalam kegiatan pemberantasan sarang nyamuk yaitu melalui advokasi kepada pemangku kebijakan wilayah setempat. Kepala Puskesmas Sentolo I, dr. Susilo Pradyarto didampingi oleh epidemiolog Tutik Inayah S, SKM bersama dengan Kasie P2PM Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, Wilis Prasetyo, SKM, MPH melakukan advokasi kepada kepala pedukuhan se-Desa Sentolo pada hari Rabu, tanggal 8 Maret 2017 sebelum dilaksanakannya rakordes Sentolo.

Pada kesempatan tersebut, Bapak Wilis Prasetyo menjelaskan bahwa tujuan kedatangannya untuk berdiskusi bersama dalam menyikapi kasus DBD yang selalu terjadi di desa Sentolo karena desa Sentolo mempunyai risiko yang sangat besar terkena DBD. Desa Sentolo merupakan wilayah endemis DBD dimana kasus DBD selalu terlaporkan setiap tahun. Hal yang perlu diperbaiki adalah angka bebas jentik (ABJ) yang masih jauh dibawah target (target > 95%). Apabila ABJ mencapai target bahkan dapat mencapai 100%, maka diharapkan tidak akan terjadi  penularan setempat kasus DBD di desa Sentolo. Selain itu, karena desa Sentolo merupakan wilayah perbatasan dengan Bantul dan Kota Yogyakarta yang memiliki kasus lebih tinggi dari Kulon Progo maka mobilisasi masyarakat Sentolo sangat tinggi. Mobilisasi yang tinggi ini memungkinkan peningkatan kasus impor DBD. Apabila vektor DBD yaitu nyamuk Aedes aegypti keberadaannya masih banyak di desa Sentolo maka peluang terjadinya penularan setempat juga tinggi. Maka satu-satunya cara memutus rantai penularan adalah dengan meniadakan vektor Aedes aegypti melalui pemberantasan sarang nyamuk. Alasan mengapa PSN jauh lebih baik daripada fogging dapat dijelaskan melalui diagram berikut ini.
 
Kemudian Bapak Wilis Prasetyo melanjutkan penjelasan tentang upaya tindak lanjut Puskesmas dalam rangka penanggulangan DBD di wilayah kerjanya. Urutan kegiatan yang harus dilaksanakan yaitu mencari tahu kebenaran informasi yang diterima, melakukan kegiatan penyelidikan epidemiologi, pemantauan jentik, penyuluhan, pemberian abate, dan langkah terakhir apabila terjadi penularan setempat adalah melakukan pengasapan.

Setelah itu dilanjutkan dengan pemaparan dari dr. Susilo Pradyarto. Bapak Susilo menjelaskan tentang keberhasilan penanggulangan DBD di dusun Dlaban dimana salah satu caranya adalah melalui pelatihan kader juru pemantau jentik (jumantik). Dalam rangka menuju “Sentolo Bebas DBD” maka pada tahun 2017 ini telah dianggarkan pelatihan jumantik untuk 6 dusun yang lain di desa Sentolo yaitu Siwalan, Kalibondol, Pongangan, Sentolo Lor, Sentolo Kidul, dan Jangkang Kidul.



Telah disepakati bahwa setiap dusun mengirimkan 40 orang perwakilan untuk menjadi kader jumantik yang diutamakan anggota karang taruna dan bukan kader posyandu. Setelah selesai pelatihan diharapkan peserta mampu menguasai seluruh program kerja jumantik. Selain itu peserta juga akan mendapatkan sertifikat pelatihan sebagai salah satu bukti bahwa kader jumantik telah lulus mengikuti pelatihan. Pelatihan ini diselenggarakan atas dukungan Dana Bantuan Operasional Kesehatan Puskesmas Sentolo I Tahun 2017. Sedangkan untuk keberlanjutan program jumantik, operasional kader akan diserahkan kepada masyarakat secara swadana.
(Tutik Inayah S, Surv & P2M Pusk Sentolo I)




(N.WS)

Kamis, 23 Februari 2017

PERTEMUAN KOORDINASI KEGIATAN BOK TAHUN 2017
PUSKESMAS SENTOLO 1 DAN PUSKESMAS SENTOLO 2


Sentolo
Kamis (23/02/2017) kemarin bertempat di Aula Puskesmas Sentolo I para Programer dan Kepala Puskesmas Sentolo I dan Puskesmas Sentolo II melakukan pertemuan koordinasi terkait kegiatan BOK yang dilakukan bersama di Kecamatan. Kegiatan tersebut antara lain koordinasi kegiatan Pertemuan Lintas Sektor Kecamatan, Pelatihan dokter kecil, Pembentukan TPKJM (Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat), Pertemuan Pokjanal DBD, Sosialisai kegiatan BIAS, Persipan Deklarasi STOP BABS Kecamatan Sentolo, Kecamatan Sehat dan program kegiatan lain yang memerlukan koordinasi antar Puskesmas dengan Kecamatan.

Dengan dilakukannya koordinasi kegiatan antar Puskesmas diharapkan pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan bersama di kecamatan Sentolo bisa seragam terkait pendanaan kegiatan, serta materi yang disampaikan seragam sehingga tidak ada kesenjangan .



(N.W.S) 

Jumat, 14 Oktober 2016

Penilaian BLUD Puskesmas Bertahap menuju BLUD Penuh
Kabupaten Kulon Progo


Jumat, 14/10/2016 hari kedua penilaian BLU Puskesmas. Untuk Puskesmas Sentolo I mendapat jadwal penilaian hari ini bersama beberapa Puskesmas lain di Kulon Progo. Tempat penilaian berlangsung di Gedung Sermo Pemda Kulon Progo. Tim penilain BLUD terdiri dari unsur Keuangan, Pemda, Bagian organisasi, DPPKA serta Dinas Kesehatan.. Aspek penilaian meliputi kinerja pelayanan, kinerja keuangan, dan kinerja manfaat. Penilaian kinerja pelayanan meliputi penilaian kinerja Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) dan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM). Dengan materi dan dokumen-dokumen yang telah dipersipan dengan baik diharapakan mendapat hasil penilaian yang memuaskan.
(Novvita WS)